Nasional

Sejarah Singkat Kolonialisme di Indonesia

Kapal Belanda
Kapal-kapal dagang Belanda.

Kolonialisme atau Penjajahan adalah suatu sistem di mana suatu negara menguasai rakyat dan sumber daya negara atau wilayah lain tetapi masih tetap berhubungan dengan negara asal.

Negara kolonialisme pertama adalah Inggris dan Spanyol. Sebagian besar negara kolonialisme merupakan negara-negara yang berada di Eropa.

Sedangkan yang menjadi negara jajahan sebagian besar merupakan negara-negara atau wilayah yang berada di luar Eropa seperti Afrika, Asia, Amerika, dan Australia.

Indonesia merupakan salah satu negara di Asia yang pernah diperebutkan dan menjadi wilayah jajahan negara-negara Eropa seperti Portugis, Spanyol, Belanda, dan Inggris. Juga pernah dikuasai oleh Jepang yang juga sama-sama negara Asia.

Tujuan utama kedatangan bangsa kolonial itu adalah untuk mencari sumber daya alam, terutama rempah-rempah yang banyak terdapat di Kepulauan Nusantara.

Baca juga: Sejarah Perdagangan Biji Pala, Rempah-Rempah yang Mengubah Dunia

Namun di antara negara-negara yang pernah menjajah Indonesia itu, Belanda menjadi negara paling lama dan paling gigih dalam hal menjajah wilayah Indonesia.

Bahkan banyak pendapat yang mengatakan kalau wilayah Nusantara atau Indonesia ini dijajah selama sekitar 350 tahun oleh Belanda. Hmm… apakah benar? Berikut ini merupakan sejarah singkat penjajahan atau kolonialisme di Indonesia.

Portugis dan Spanyol

Pada tahun 1511, Bangsa Portugis tiba pertama kali dan menyerang Kota Malaka. Tahun-tahun berikutnya Portugis mulai mendatangi berbagai wilayah di Nusantara, seperti Jawa dan Maluku. Ini lah pertama kalinya Bangsa Eropa mulai menguasai beberapa wilayah di Nusantara.

Kota Malaka
Kota Malaka. Foto: islamtoday.id

Hampir bersamaan dengan kedatangn Portugis, Bangsa Spanyol juga tiba di Kepulauan Filipina pada tahun 1521, kemudian melanjutkan pelayarannya ke Meluku. Namun Spanyol harus meninggalkan Maluku karena terlibat konflik dengan Portugis.

Pada tahun 1522 Portugis membangun benteng di pelabuhan Sunda Kelapa, yang berada di wilayah Jakarta sekarang. Pada tahun 1527, Sunda Kelapa ditaklukkan oleh Fatahilla dari Kesultanan Demak. Sejak itulah ia mengganti nama pelabuhan Sunda Kelapa menjadi kota Jayakarta yang berarti ‘kota kemenangan’.

Baca juga: Dari Sunda Kelapa Hingga ke Jakarta, Inilah Sejarah Kota Jakarta

Belanda dengan perusahaan dagang VOC

Pada tanggal 23 Juni 1596, kapal dagang Belanda yang pertama mencapai pelabuhan Banten. Pada pertengahan abad ke-17, Belanda mendirikan Perusahaan Dagang Hindia Timur Belanda atau Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC).

Pendirian perusahaan itu dilakuian dengan cara menggabungkan beberapa perusahaan dagang yang ada di Belanda. VOC kemudian mengambil alaih Kota Jayakarta, mengubah namanya menjadi Batavia, dan menjadikannya sebagai pusat pemerintahan.

Kota Batavia
Kota Batavia. Foto: goudeneeuwremake.wordpress.com

Belanda dengan perusahaan dagangnya VOC berhasil menjadi negara dengan perdagangan terbesar di Eropa. Akibat salah urus dan korupsi, VOC bangkrut pada 1799.

Pemerintah Belanda kemudian mengambil alih kekuasaan dengan menyatakan seluruh wilayah kekuasaan VOC di atas Jawa dan pulau-pulau lain di Nusantara menjadi koloninya.

Baca juga: VOC dan EIC: Persaingan Dua Perusahaan Dagang

Inggris

Ketika Belanda diduduki oleh Perancis pada masa perang Napoleon, Kepulauan Nusantara direbut oleh Inggris dari Belanda pada tahun 1811. Dengan demikian wilayah Nusantara berada di bawah kekuasaan perusahaan dagang Inggris, yaitu Perusahaan Dagang Hindia Timur Britania atau East India Company (EIC).

Sir Thomas Stanford Raffles diangkat oleh Inggrus menjadi Gubernur Jenderal di Jawa dan koloni lainnya di Nusantara. Dengan kebijakan kolonial yang lebih ringan, Raffles diharapkan mampu membangun Jawa dengan sukses.

Sir Thomas Stanford Raffles
Sir Thomas Stanford Raffles. Foto: idntimes.com

Selama Raffles memerintah di Jawa, ia menulis buku yang berjudul ‘The History Of Java‘ yang menjadi karya standar pertama tentang sejarah dan budaya Pulau Jawa.

Belanda dengan sistem Cultuurstelsel

Namun, setelah kekalahan Napoleon, Belanda dapat kembali ke Nusantara pada tahun 1816. Untuk membuat koloninya di Nusantara kembali menguntungkan, sistem budidaya atau Cultuurstelsel (1830-1870) mulai diperkenalkan.

Baca juga: Inilah Lima Strategi Politik Adu Domba Belanda di Nusantara yang Sukses Memecah Belah

Cultuurstelsel merupakan kebijakan pemerintah Hindia Belanda, di mana sebagian besar pulau di Nusantara diubah menjadi pulau penghasil dan pengekspor untuk produk pertanian tropis.

Perkebunan tebu pada masa sistem Tanam Paksa
Perkebunan tebu pada masa sistem Tanam Paksa. Foto: tapak.id

Masyarakat Indonesia mengenal masa ini dengan nama Sistem Tanam Paksa. Para bangsawan di Nusantara akan memainkan peran sentral dalam hal mengawasi pelaksanaan Tanam Paksa.

Kebangkitan Nasional Indonesi

Sejak tahun 1908 kaum nasionalis Indonesia mulai mengorganisir diri secara lebih terstruktur. Berbagai kelompok politik, partai dan individu bermunculan. Salah satunya yaitu Sukarno, pendiri Partai Nasionalis Indonesia (1927).

Sukarno terus memperjuangkan kebebasan Indonesia dari penjajahan, tindakannya ini dianggap membahayakan keberadaan kolonialisme Belanda di Indonesia, sehingga Sukarno ditangkap dan diasingkan beberapa kali.

Jepang

Selama pendudukan Jepang (1942-1945) dalam Perang Dunia II, Sukarno dan seorang nasionalis penting lainnya, yaitu Muhammad Hatta berhasil mendapatkan pengakuan atas bendera merah putih dan Bahasa Indonesia melalui kerjasama dengan Jepang.

Baca juga: Sistem Pendidikan di Indonesia Pada Masa Penjajahan Jepang

Kerja paksa atau Romusha
Kerja paksa atau Romusha, pembangunan rel kereta api. Foto: indozone.id

Meski demikian, kekuasaan Jepang di Indonesia tidak kalah kejamnya dengan Belanda. Jepang juga memaksa rakyat Indonesia bekerja untuk Jepang. Sistem kerja paksa ini dikenal dengan nama Romusha.

Kemerdekaan Indonesia

Ketika Jepang dikalahkan oleh sekutu, Sukarno dan Hatta memproklamasikan kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 1945. Namun, Belanda bermaksud untuk memulihkan situasi kolonial. Negosiasi antara pemerintahan baru Indonesia dan Belanda gagal.

Setelah dua tindakan militer yang dilakukan Belanda pada tahun 1947 dan 1948 dengan menduduki sebagian wilayah Indonesia, pendudukan Belanda atas wilayah Indonesia kemudian ditarik setelah Belanda mendapat tekanan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Amerika Serikat.

Pada 27 Desember 1949, Belanda menyerahkan kedaulatannya kepada Indonesia. Bahkan wilayah terakhir yang diserahkan Belanda kepada Indonesia adalah Irian Barat pada tahun 1962. Berakhirlah masa dari kolonialisme di Indonesia yang cukup panjang itu.

Tuliskan Komentar