Modern Mondial

Orang Indonesia yang Gugur Sebagai Tentara Nazi Jerman

orang Indonesia yang jadi Tentara Nazi Jerman
Orang Indonesia dalam Waffen-SS

Pada Perang Dunia Kedua, sebuah operasi militer pernah dilancarkan oleh Inggris dan Amerika Serikat yang tergabung dalam blok sekutu untuk merebut Belanda yang saat itu diduduki oleh Nazi Jerman. Operasi itu dikenal dengan nama Operasi Market Garden.

Operasi Market Garden adalah operasi yang dilancarkan oleh sekutu di bawah pimpinan Jenderal Bernard Montgomery dari Inggris pada bulan September tahun 1944.

Operasi ini bertujuan merebut dan menguasai jembatan-jembatan di garis belakang musuh (Jerman saat itu masih menguasai Belanda) sehingga bisa dengan mudah masuk ke Jerman melewati sungai Rhine untuk menguasai lembah Ruhr (pusat industri) di Jerman dengan menerjunkan puluhan ribu pasukan payung di negara Belanda.

Dengan direbutnya pusat industri Jerman, sekutu berharap perang dapat segera berakhir sebelum tiba hari Natal pada tahun 1944.

Baca juga: Penjelasan Singkat Sejarah Perang Dunia Kedua

Divisi-divisi sekutu yang ditugaskan untuk menjalankan misi ini adalah Divisi Lintas Udara ke-101 dan 82 milik Amerika Serikat, Divisi Lintas Udara ke-1 milik Inggris dan Divisi Lintas Udara Polandia ke-1. Juga dalam misi ini dibantu oleh Korps Kavaleri Inggris ke-30 sebagai pasukan darat.

Dalam misi ini setiap divisi-divisi lintas udara sekutu harus sudah menguasai jembatan-jembatan dalam waktu yang sangat singkat, setelah itu mereka harus mempertahankan jembatan tersebut sampai Korps 30 melewati jembatan tersebut, begitu terus sampai jembatan terakhir yang ada di Arnhem.

Pada awalnya, sekutu berhasil menguasai jembatan-jembatan yang ada di daerah Nijmegen dan Eindhoven Belanda, tetapi Divisi Udara 1 Inggris yang dipimpin oleh Mayor Jenderal Robert E. Roy Urquhart untuk menguasai jembatan di daerah Arnhem dapat dipukul mundur oleh pasukan Panzer SS Jerman.

Hal ini mengakibatkan kegagalan yang fatal bagi operasi ini. Akhirnya secara keseluruhan sekutu dapat dipukul mundur dan operasi ini dianggap sebagai salah satu operasi sekutu yang gagal.

Baca juga: 12 Film Sejarah Berlatar Belakang Perang Dunia 2 Terbaik Sepanjang Masa

Operasi yang diharapkan selesai sebelum hari Natal tahun 1944 tetapi ternyata masih terus berlanjut hingga bisa menerobos Arnhem pada Maret 1945 dan berakhir dengan menyerahnya Jerman di Mei 1945. Operasi ini mengakibatkan ribuan nyawa melayang dari Divisi pasukan payung sekutu.

Mark Bando, peneliti sejarah Amerika yang khusus meneliti unit-unit pasukan Parasut Amerika. Dalam salah satu penelitiannya tentang Divisi Airborne ke-101, dia bertemu dengan Wilson Boback, salah seorang veteran yang ikut bertempur di Belanda dalam Operasi Market Garden bulan September 1944.

Unit Boback berhadapan dengan bagian dari pasukan eliet Nazi Jerman, yaitu Tentara Waffen SS dari divisi Landstorm Nederland (simpatisan Jerman di Belanda) dan Boback berhasil membunuh salah satunya.

Dalam wawancara tersebut, Boback kemudian memperlihatkan sebuah foto kepada Mark Bando, foto itu ia ambil dari salah satu serdadu Jerman yang berhasil ia tembak mati.

Foto orang Indonesia yang menjadi pasukan eliet Nazi Jerman, Tentara Waffen SS dari divisi Landstorm Nederland
Foto orang Indonesia yang menjadi tentara eliet Nazi Jerman, yaitu pasukan Waffen SS dari divisi Landstorm Nederland. Foto: war2war.wordpress.com

Baca juga: Prajurit Terakhir yang Gugur Pada Perang Dunia Pertama

Yang membuat Bando terkejut karena foto serdadu Jerman itu memiliki wajah orang Indonesia. Boback juga menceritakan kisahnya bagaimana ia menembak mati salah satu prajurit Jerman yang merupakan orang Indonesia itu.

Saat itu, prajurit Wilson Boback merunduk bersembunyi di reruntuhan rumah. Dengan saksama ia memperhatikan gerak-gerik seorang serdadu Jerman yang sedang berjalan menuju ke arahnya.

Jelas tampak bahwa sang musuh tidak menyadari tempat ia bersembunyi yang hanya berjarak beberapa meter di depannya. Boback menahan napas, mulai membidikan senapan M1 Garand ke serdadu Jerman yang berjalan semakin deket menuju arahnya.

Ia bertanya dalam hati, “mengapa serdadu Jerman ini berkulit berwarna dan memiliki profil mirip layaknya orang Asia?” Namun, ia tersadar tak ada waktu untuk berpikir dan sesegera mungkin ia menarik pelatuk.

Baca juga: Orang Barru yang Terseret ke Dalam Perang Dunia II di Eropa

Terdengar bunyi letusan, diikuti sang serdadu Jerman malang itu ambruk ke tanah ditembus timah panas, hanya tinggal satu meter di depan Boback. Setelah memastikan keadaan sekitar aman, Boback keluar dari persembunyiannya. Ia berjalan ke tubuh tentara Jerman yang sudah terbujur kaku itu.

Profil warna kulit dari musuh yang baru saja ia tewaskan benar-benar memancing rasa ingin tahu. Kemudian, ia mulai memeriksa/menggeledah jasat tubuh lawannya dan menemukan dokumen dan foto. Di dalamnya, Boback menemukan jawaban atas rasa penasarannya.

Dalam dokumen dijelaskan identitas dari tentara Jerman yang baru ia tewaskan berasal dari koloni Hindia Belanda (Sekarang Indonesia), Ia direkrut jadi tentara Waffen SS (pasukan elit Jerman) saat bermukim di Belanda.

Memang pada saat itu banyak orang Indonesia yang berada di Belanda. Kebanyakan orang Indonesia itu sedang melanjutkan pendidikan di negeri Belanda. Di antaranya sosok yang tidak diketahui namanya itu yang direkrut jadi pasukan eliet Nazi Jerman.

Orang Indonesia lain yang pernah tinggal di Belanda pada saat itu adalah seorang tokoh nasionalis Indonesia yang bernama Parlindungan Lubis. Nasibnya berbeda dengan orang Indonesia Simpatisan Jerman itu, Parlindungan Lubis justru pernah ditahan dan dijebloskan ke kamp konsentrasi Nazi Jerman.


Tuliskan Komentar