Nasional

Etimologi Nama Pulau di Indonesia

Negara Indonesia dikenal sebagai negara kepulauan terbesar di dunia. Tercatat ada sekitar 17.000 jumlah pulau besar dan kecil di Indonesi, ada lima pulau besar, tiga diantaranya masuk dalam 10 pulau terbesar di dunia (Sumatera, Kalimantan, dan Papua). Kepulauan besar ini sejak dulu dikenal dengan nama Kepulauan Nusantara, ada pula yang mengenalnya sebagai kepulauan rempah-rempah. Setiap pulaunya juga memiliki nama dan sejarah yang unik. Secara etimologi, berikut ini penamaan beberapa pulau di Indonesia.

Etimologi nama pulau di Indonesia yang pertama yaitu Sumatra. Pulau Sumatera atau Sumatra. Berawal dari keberadaan kerajaan Samudera Pasai di pesisir Timur Sumatra. Diawali dengan kedatangan Ibnu Batutah pada tahun 1345, dia melafalkan kata Samudera menjadi Samatrah, yang kemudian hari berubah menjadi Sumatra. Selain nama Sumatera dikenal pula dengan nama Andalas. Andalas sendiri merupakan jenis pohon yang hidup di Sumatera, selai itu pulau Sumatera dianggap mirip dengan negeri Andalusia atau Al-Andalus di Spanyol, maka Sumatra juga dijuluki Pulau Andalas.

Selanjutnya Pulau Jawa. Kronik berbahasa sansekerta menyebut adanya pulau bernama Yavadvipa atau Jawadwipa. Jawa berasal dari kata jelai yang berarti biji-bijian, dan Dwipa yang berarti pulau. Jadi Pulau Jawa memiliki makna pulau yang memiliki banyak biji-bijian. Jawa sudah dikenal sejak dahulu sebagai wilayah penghasil biji-bijian, kacang-kacangan serta padi.

Berikutnya Pulau Kalimantan. Di serawak, penduduk yang mengkonsumsi sagu di wilayah Utara pulau ini disebut Kelamantan. Menurut John Crawfurd, Kalimantan berasal dari nama jenis mangga di Kalimantan yang bernama Klemantan. Dalam bahasa Sansekerta sendiri terdapat kata kala yang berarti musim atau waktu, dan manthana yang berarti membakar, jadi Kalimantan adalah pulau yang udaranya sangat panas atau membakar.

Selain itu, ada pula nama Borneo untuk merujuk pada Pulau Kalimantan. Nama Borneo muncul karena kesalahan lafal pedagang Portugal untuk menyebut Kerajaan Brunei, kemudian diikuti oleh orang Eropa lainnya, bukan hanya untuk menyebut Brunei, namun kata Borneo digunakan untuk menyebut Pulau Kalimantan secara menyeluruh.

Peta kuno Indonesia

Kemudian Pulau Sulawesi. Berasal dari bahasa-bahasa daerah yang ada di Sulawesi, yaitu sula yang berarti pulau, dan kata mesi, wesi, wessi atau bessi yang kesemuanya memiliki arti besi. Jadi Pulau Sulawesi bermakna pulau besi. Anggapan ini memanglah benar, Sulawesi sejak dulu memang merupakan penghasil besi, sejak masa feodal di Nusantara, banyak senjata tradisional yang menggunakan bahan baku besi yang didatangkan dari Sulawesi, terutama bahan untuk membuat lekuk urat pamor/pamoro pada senjata keris di Jawa dan badik atau kawali di Sulawesi. Kualitas besi di Sulawesi dianggap lebih baik dari wilayah lain. Hingga kini, tambang besi dan nikel terbesar ada di Sulawesi.

Selain nama Sulawesi, juga dikenal dengan nama Celebes, kata ini juga muncul karena kesalahan orang Portugal melafalkan kata Sulawesi menjadi Celebes dan diikuti pula oleh orang Eropa lainnya.

Lain lagi dengan Kepulauan Maluku. Maluku Merujuk pada kata mulk dalam bahasa Arab yang artinya kerajaan. Dalam banyak publikasi disebutkan bahwa kawasan ini adalah Jaziratul Al-Mulk yang berarti negeri para raja-raja.

Yang terakhir, Pulau Irian, Berasal dari Bahasa Biak yang memiliki arti beruap atau semangat untuk bangkit. Selama masa pembebasan Irian Barat, nama Irian merupakan akronim dari Ikut Republik Indonesia Anti Nederland.

Bagi orang Eropa, mengenal pulau Irian dengan nama New Guinea (Nugini), orang Eropa beranggapan bahwa tanah Pulau Irian mirip degan wilayah Guinea di Afrika, maka disebutlah New Guinea yang berarti Guinea Baru. Hal seperti ini biasa dilakukan oleh orang Eropa ketika menemukan wilayah baru, dan dinamai seperti tempat lain yang memiliki keadaan morfologi sama, diantaranya New Zeland dan New Amsterdam yang kemudian hari berubah menjadi New York.

Ada pula nama Papua untuk merujuk pada Pulau Irian. Dalam arsip Portugis dan Spanyol, kata Papua merupakan sebutan untuk penduduk yang mendiami wilayah Kepulauan Raja Ampat dan bagian pesisir Kepala Burung (ujung Barat Papua). Menurut F. C. Kamma, seorang misionaris yang juga ahli bahasa, Papua berasal dari bahasa Biak sup-i-papwah yang berarti tanah di bawah matahari terbenam. Pada waktu itu, penduduk Pulau Biak saat cuaca cerah dapat melihat sebuah pulau besar yang terletak di sebelah barat, pulau di bawah matahari terbenam.

Tuliskan Komentar