Modern Nasional Warta Sejarah

Kisah Pembantaian Westerling di Indonesia Dituangkan Dalam Film De Oost

Perang Kemerdekaan Indonesia antara tahun 1945 hingga 1949 merupakan peristiwa yang sangat penting dalam sejarah perjalanan Bangsa Indonesia. Ratusan ribu tentara Belanda dikirim ke ‘Timur’ dengan tujuan menegakkan kembali kolonialisme di Indonesia, beberapa di antaranya bahkan bertindak keras untuk menekan Indonesia yang baru saja memproklamasikan kemerdekaannya.
Beberapa waktu yang lalu (10 Maret 2020), raja Belanda Willem-Alexander yang mengunjungi Indonesia menyampaikan permintaan maafnya kepada Indonesia atas kekerasan berlebihan yang terjadi di masa lalu.
Tidak lama setelah kunjungan Willem Alexander, dimulailah penggarapan film yang berjudul “De Oost” atau The East yang dibuat atas kerja sama antara Indonesia dan Belanda.
Potongan gambar film De Oost
Sumber: youtube.com
Film De Oost ini mengisahkan tokoh Johan (diperankan oleh Martijn Lakemeijer), seorang prajurit muda Belanda yang tergabung dalam pasukan di bawah komando Kapten Raymond Westerling.
Bersama dengan seratus ribu serdadu Belanda lainnya pada tahun 1946, mereka dikirim ke Indonesia untuk berperang atas nama Kerajaan Belanda.
Setelah kekalahan Jepang pada 15 Agustus 1945, Sukarno memproklamasikan kemerdekaan Indonesia, sementara Belanda yang pernah menjajah Indonesia sebelum Jepang ia tidak mau mengakui kedaulatan Indonesia sampai tahun 1949.
Potongan gambar film De Oost
Sumber: youtube.com
Pada tahun-tahun berikutnya, Belanda melakukan apa yang disebut sebagai tindakan polisionil, kaum nasionalis Indonesia memberontak dan melakukan perlawanan sehingga terjadi konfilk senjata yang mengakibatkan jatuhnya korban yang banyak.
Kapten Raymond Westerling yang karismatik, dijuluki De Turk atau Si Turki, adalah tokoh kontroversial dari perang kemerdekaan Indonesia. Apakah dia seorang penjahat perang ataukah dia seorang yang dianggap memulihkan perdamaian, hukum, dan ketertiban, masih menjadi bahan perdebatan.
Pada awalnya, Johan dikisahkan sangat mengagumi gaya kepemimpinan karismatik dari Westerling yang diperankan oleh Marwan Kenzari, pemeran Jafar di film Aladdin (2019).
Pada tahun-tahun berikutnya, Belanda melakukan apa yang disebut sebagai tindakan polisionil, kaum nasionalis Indonesia memberontak dan melakukan perlawanan sehingga terjadi konfilk senjata yang mengakibatkan jatuhnya korban yang banyak.
Sumber: youtube.com
Namun, seiring perang memanas, Johan jadi tidak bisa membedakan batas antara yang baik dan buruk lagi. Hal ini karena Westerling selalu membungkam rakyat Indonesia yang dia anggap pemberontak dengan cara yang kejam dan tanpa ampun.
Dia melancarkan aksi militer melawan gerilyawan Indonesia dan aksi pembersihan di Sulawesi Selatan yang merupakan peristiwa pembunuhan terhadap puluhan ribu warga sipil di Sulawesi Selatan pada rentang waktu 1946-1947. Nah, peristiwa tersebut lah yang nantinya bakal diangkat ke dalam filmnya.
Disutradarai oleh Jim Taihuttu yang sebelumnya dikenal lewat film Wolf (2013) dan ditulis bersama dengan Mustafa Duygulu, De Oost direncanakan akan tayang perdana pada 10 September 2020 mendatang di Belanda.
Film De Oost atau The East
Sumber: Instagram (@deoost.film).
Kabarnya, sekitar 90 persen proses pengambilan gambar dari film ini dilakukan di Indonesia. Berdasarkan daftar pemain film De Oost di IMDb, aktor Tanah Air seperti Lukman Sardi dan Putri Ayudya juga bakal ikut terlibat sebagai pemeran di dalamnya.

Tuliskan Komentar