Budaya Kuno

Bentuk-Bentuk Kebudayaan Asli Indonesia

Relief perahu di Candi Borobudur

Indonesia dikenal sebagai negara yang besar dengan beragam kebudayaan, Indonesia terkenal dengan keberagaman budayanya yang berbeda hamper di setiap tempat. Keberagaman budaya itupun kian bertambah ketika pengaruh dari budaya luar masuk ke Indonesia.

Budaya-budaya itu banyak yang mengalami akulturasi serta asimilasi, khususnya dengan budaya Hindu-Buddha dan Islam, sehingga sekarang sudah sangat sulit untuk membedakan mana budaya asli Indonesia dan mana budaya yang muncul karena akulturasi dan asimilasi. Adapaun hasil kebudayaan asli Indonesia yang banyak dijumpai, merupakan hasil kebudayaan Megalitikum.

Kebudayaan Indonesia asli atau kebudayaan Indonesia sebelum masuknya pengaruh kebudayaan Hindu (India), unsur-unsurnya masih terdapat perbedaan pendapat dari para ahli. Hal ini disebabkan oleh kelangkaan sumber sejarah.

Baca juga: Bangunan dan Benda Peninggalan Kebudayaan Megalitikum di Indonesia

Meskipun demikian para ahli sependapat bahwa kebudayaan Indonesia sebelum masuknya kebudayaan Hindu, sudah memiliki taraf yang cukup tinggi. Untuk memahami sejauh mana ketinggian taraf kebudayaan Indonesia asli, ada baiknya dikemukakan beberapa pendapat berikut ini.

Menurut Von Heine Geldern, seorang ahli prasejarah dari Austria, kebudayaan Indonesia asli terdapat dalam periode masa bercocok tanam, dan unsur-unsurnya adalah: Cara bertanam padi, alat pemotong padi, membuat alat-alat pertanian, peternakan (babi dan kerbau), teknik pembuatan periuk belanga (tembikar), pembuatan rumah panggung, teknik pembuatan batik, pembuatan monument untuk pemujaan, dan pemerintahan yang teratur diketuai oleh kepala suku menurut adat (hukum adat).

Sementara itu, filolog dari Belanda, J. L. A. Brandes menegaskan bahwa kebudayaan Indonesia asli, memiliki sepuluh unsur kebudayaan, terkenal dengan “Ten Point of Brandes”, yakni: Pertanian dengan Irigasi, ilmu pelayaran, Astronomi (ilmu perbintangan), mengerjakan logam (peleburan logam menjadi berbagai peralatan), matrik untuk membuat sajak, wayang, membatik, gamelan (alat musik), pemerintahan yang teratur, serta membuat dan menggunakan mata uang.

Baca juga: Asal Usul dan Proses Kedatangan Nenek Moyang Bangsa Indonesia

Pendapat Brandes di atas, disanggah oleh Dr. N. J. Krom, peneliti sejarah Indonesia asal Belanda, yang mengatakan bahwa, unsur-unsur kebudayaan seperti wayang, membatik, dan gamelan, bukan unsur-unsur kebudayaan asli Indonesia, tetapi unsur kebudayaan India. Unsur kebudayaan asli Indonesia menurur Kroom adalah: Pertanian dengan irigasi, ilmu pelayaran, astronomi, pemerintahan yang teratur, serta membuat dan memakai logam.

Terhadap sanggahan Kroom itu, Elsbeth Locher Scholen memberikan sanggahan dengan mengemukakan bahwa unsur kebudayaan Indonesia adalah “membatik” yakni kebudayaan Indonesia asli, bukan unsur kebudayaan India.

Membatik adal unsur kebudayaan asli Indonesia yang kemudian disebarkan ke Mesir, Turkistan, Rusia, Cina Selatan dan Jepang. Selanjutnya, Locher menjelaskan bahwa bangsa Indonesiatelah menyeberangi lautan teduh (Samudera Pasifik) untuk memperkenalkan dan mengajarkan seni batik.

Baca juga: Punden Berundak, Arsitektur Asli Leluhur Nusantara

Raden Pitono Hardjowardojo mengemukakan kesimpulan, bahwa unsur-unsur kebudayaan asli Indonesia adalah: Pertanian di sawah, ilmu pelayaran, astronomi, pembuatan barang-barang logam, pembuatan tekstil (bahan kain). Pembuatan barang-barang dari tanah liat, dan kehidupan agama atau kepercayaan yang teratur (kepercayaan animism dan dinamisme, pemujaan arwah nenek moyang, pemujaan matahari dan sebagainya).

Adapun seni batik, gamelan, dan wayang, sesungguhnya belum jelas benar, apakah unsur-unsur kebudayaan itu sudah ada pada waktu itu. Namun demikian bangsa Indonesia waktu itu sudah memiliki taraf kebudayaan dan peradaban yang tinggi sehingga memungkinkan terjadinya akulturasi antara kebudayaan Indonesia dengan kebudayaan Hindu dengan kebudayaan India.

Dari pendapat para ahli tentang unsur-unsur kebudayaan asli Indonesia tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa dasar-dasar kebudayaan Indonesia asli sudah cukup tinggi, mustahil terjadi akulturasi antara kebudayaan Indonesia dengan kebudayaan Hindu dan kebudayaan asing lainnya.

Tuliskan Komentar