Mondial Nasional

Pohon Asam di Australia Utara Dibawa Oleh Para Pelaut Makassar

Pohon asam atau asam jawa adalah sejenis tanaman yang memiliki buah dengan rasa yang asam, biasanya digunakan sebagai campuran obat-obatan serta bumbu dalam banyak masakan Indonesia sebagai perasa atau penambah rasa asam dalam makanan.
Pohon asam merupakan tanaman tropis yang banyak tumbuh dan tersebar di wilayah Indonesia. Daunnya kecil namun rimbun sehingga bisa memberikan keteduhan.
Namun ternyata, pohon asam juga ditemukan tumbuh di wilayah Australia Utara yang terkenal dengan iklim gurunnya serta tanahnya yang tandus. Lalu, bagaimana pohon asam itu bisa sampai ke Australia?
Pohon-pohon asam yang tumbuh di tanah tandus Australia ternyata bukan pohon asam biasa. Di balik keteduhan yang dibawanya di tengah panas dan gersangnya benua kangguru tersebut, pohon-pohon ini menyimpan kenangan dan sejarah persahabatan dari dua bangsa yang berbeda di masa lalu.
Penduduk asli setempat yang sudah sejak puluhan tahun tinggal di tempat itu sering bercerita bagaimana mereka memetik buah asam sejak mereka masih kecil. Mereka hafal sekali, pohon-pohon mana saja yang buahnya manis, mana yang sangat asam, dan sebagainya.
Pohon-pohon tersebut telah menjadi bagian tak terpisahkan dalam kehidupan mereka sejak begitu lama. Tetapi pohon-pohon asam di kawasan itu lebih dari sekadar penyedia keteduhan.
Pohon asam di Brisbane, Australia
Pohon asam di Brisbane, Australia. Foto: trusttrees.org.au
Salah satu hal yang sangat menarik tentang pohon asam di Australia adalah bahwa itu merupakan pohon eksotik pertama yang ditanam di wilayah ini,” kata Timothy Willing, seorang ahli botani dari Kimberley, Australia.
Pohon-pohon tersebut adalah indikator interaksi masa lalu antara penduduk setempat yang disebut suku Aborigin dengan para pelaut Makassar yang mencari teripang atau timun laut. Pohon asam di sepanjang pantai Kimberley dan Arnhem Land berusia ratusan tahun dan telah tahan terhadap berbagai cuaca, termasuk angin topan dan bahkan kebakaran lahan.
Posisi pohon-pohon tersebut sekaligus juga menunjukkan lokasi tempat para pedagang teripang dari Makassar mendirikan tempat tinggal sementara di pinggiran pantai ratusan tahun yang lalu.
Keturunan para pedagang Makassar tadi seringkali datang ke tempat tersebut, dan menjalin kembali hubungan dengan penduduk asli setempat. Pohon asam yang ditanam leluhur-leluhur mereka masih berdiri tegak hingga hari ini dan merupakan situs peninggalan sejarah di daerah tersebut.
Tak hanya pohon asam, peninggalan berupa tungku api dan gerabah untuk memanaskan air juga ditemukan tersebar di sepanjang pantai di tempat-tempat seperti Semenanjung Anjo dan Teluk Vansittart dekat Kalumburu.
Pohon asam di Darwin, Australia
Pohon asam di Darwin, Australia. Foto: abc.net.au
Di masa lalu, para pelaut selalu membawa sumber vitamin C untuk menjaga daya tahan tubuh selama melakukan pelayaran jarak jauh. Bila orang Eropa membawa jeruk untuk menangkal penyakit kekurangan vitamin C saat berlayar, maka orang-orang Makassar menangkal berbagai penyakit menggunakan buah asam sebagai sumber vitamin C yang lebih awet selama berlayar.
Ada pendapat mengatakan bahwa pohon asam yang ada di Australia tumbuh secara tidak sengaja. Di saat masyarakat Makassar beristirahat untuk makan di sela-sela perburuan teripang, biasanya mereka memasak lauk berupa ikan dan menggunakan asam sebagai salah satu bumbunya, sementara biji asamnya dibuang di sekitar, biji inilah yang tumbuh besar.
Masyarakat Bugis dan Makassar memang memiliki kebiasaan untuk selalu menyediakan lauk berupa masakan ikan setiap kali makan. Sementara buah asam selalu menjadi bumbu wajib setiap memasak ikan. Tanpa adanya tambahan asam, masakan terasa kurang pas. Karena alasan itu, para pelaut Makassar selalu membawa asam ketika berlayar ke Australia mencari teripang.
Pohon-pohon asam juga ditemukan tersebar di tempat-tempat seperti Willie Creek dan Beagle Bay. Bahkan pohon-pohon terbesar yang ada di kota-kota itu adalah pohon asam.
Pohon asam berbuah di musim kemarau dan buahnya cocok dijadikan sebagai bumbu masakan. Pohon-pohon tersebut saat ini tidak pernah lagi ditanam di Australia, sehingga pohon asam yang bisa ditemui sekarang hanya yang berukuran besar, dapat tumbuh hingga 20 meter dan memberikan keteduhan.
Rujukan: goodnewsfromindonesia.id

Tuliskan Komentar