Sulsel

Makassar: Tersohor Melampaui Wilayah

Makassar merupakan nama sebuah suku yang mendiami wilayah Sulawesi Selatan bagian selatan, nama Makassar juga merupakan nama kota yang menjadi Ibukota Provinsi Sulawesi Selatan.
 
Akar sejarah yang kuat telah menjadikan orang Makassar ataupun Kota Makassar menjadi begitu populer, bukan hanya di Indonesia, tetapi hampir di seluruh benua selalu ada nama Makassar.
 
Di Indonesia, Perkampungan Makassar tersebar di mana-mana hingga dinamai dengan daerah asal usul, seperti di Jakarta Timur ada kampung Makassar yang sekarang telah menjadi Kecamatan Makassar, Benteng Makasar di Tangerang, Kampung Daengan dan Bugisan di Yogyakarta.
 
Di Pulau Timor bagian Barat, tepatnya di Kabupaten Oekusi yang masuk wilayah administrasi Negara Timor Leste, ada sebuah pantai yang bernama Pante Macassar. tempat itu merupakan daerah persinggahan orang Makassar dalam pelayaran ke Australia Utara untuk mencari teripang atau timun laut.
 
 
Di tempat ini para pelaut Makassar mampir mengisi air sebelum melanjutkan perjalanan jauh ke timur ataupun ke selatan (Australia). Di antara pelaut itu ada yang menetap di sana dan pada akhirnya dinamai Pante Macassar.
 
Sedangkan di Kesultanan Pahang, Malaysia Barat, terdapat Kampung Mangkasar yang merupakan pemukiman putra Sultan Abdul Jalil yang meninggalakan Gowa pada akhir abad ke-17.
Kampung Mengkasar, Pahang, Malaysia
Kampung Mengkasar, Pahang, Malaysia.
Nun jauh di Afrika Selatan sana, terdapat satu bukit pasir yang bernama Macassar Duynen atau Bukit Makassar, yang letaknya tidak jauh dari Cape Town. Wilayah itu merupakan perkampungan orang-orang Makassar sejak Syekh Yusuf Al-Makassari bersama para keluarga, keturunan dan para pengikutnya dibuang oleh Belanda pada tahun 1694.
 
Sementara di sekitar Arnhem Land atau Tanah Arnhem di Australia Utara dijumpai gua Macassar. Di gua itu orang Aborigin yang merupakan penduduk asli Australia mencurahkan imajinasinya dalam bentuk lukisan mengenai rumah, perahu, badik, serta orang Makassar itu sendiri.
 
 
Masih di Australia Utara, tepatnya di Northern Territory, ada pantai yang diberi nama Macassar Bay di Kepulauan Sir Eduard Pallew Groupdi depan muara sungai Mac Arthur River.
 
Di Bangkok ,Thailand, ada kampung yang diberi nama Makkasan di tengah kota di kawasan Phetburd Road, dan banyak sisipan kata Daeng dalam nama kampung dan nama orang di Thailand.
Papan nama sebuah stasiun di Makkasan, Thailand
Papan nama sebuah stasiun di Makkasan, Thailand. Foto: timur-angin.com
Lain lagi di Kepulauan Tanimbar, Maluku Tenggara, terdapat sebuah pulau kecil yang bagi penduduk setempat disebut Pulau Makassar. Sama halnya di sekitar Kepulauan Buton, Sulawesi Tenggara, juga ada pualau yang disebut sebagai Pulau Makassar.
 
Sebuah selat yang memisahkan anatara Pulau Kalimantan dan Pulau Sulawesi, yang di dalamnya terdapat banyak sumber daya alam. Selat itu diberi nama Selat Makassar. Alfred Russel Wallace menganggap selat itu sebagai garis pemisah antara Benua Asia dan Benua Australia. Bahkan Amerika Serikat pernah menamai salah satu kapal induknya dengan nama USS Macassar Strait atau USS Selat Makassar.
 
 
Demikian pula di Negeri Belanda, dikenal semacam minyak rambut dengan sebutan Macassar Olie, sedangkan di Inggris dikenal dengan sebutan Macassar Oil. Bahkan di Belanda dan Inggris terdapat kain yang digunakan sebagai pengalas kepala pada sandaran kursi, kain itu disebut dengan nama antimacassar.
 
Memang pada zaman dahulu orang Sulawesi Selatan, baik masyarakat biasa maupun bangsawan terutama kaum perempuan gemar mengolesi rambutnya dengan minyak kelapa yang ditanak. Olesan tersebut sering kali berlebihan sehingga minyaknya pun terkadang lengket ketika bersandar ke suatu tempat seperti di sandaran kursi.
Kain alas kepala pada sandaran kursi yang oleh orang Belanda dan Ingrris disebut antimacassar
Kain alas kepala pada sandaran kursi yang oleh orang Belanda dan Ingrris disebut antimacassar. Foto: pinterest.com
Akan halnya sastrawan G.E.P. Collin memberi nama Makassar dalam bukunya, yaitu Makassar Sailing (1973), sementara sastrawan Moorehead menulis novel dengan judul The Mists of Macassar (1964).
 
Bukan itu saja, ada ikan bersisik merah yang oleh orang Belanda disebut Makassarse visje atau ikan Makassar. Sementara orang Makassar menyebutnya Juku Eja yang berarti ikan merah, yang juga menjadi ikon PSM Makassar.

Tuliskan Komentar