Kuno Nasional

Asal-Usul Istilah Kata Duit

Uang dalam ilmu ekonomi tradisional didefinisikan sebagai setiap alat tukar yang dapat diterima secara umum. Alat tukar itu dapat berupa benda apapun yang dapat diterima oleh setiap orang di masyarakat dalam proses pertukaran barang dan jasa.

Dalam ilmu ekonomi modern, uang didefinisikan sebagai sesuatu yang tersedia dan secara umum diterima sebagai alat pembayaran bagi pembelian barang-barang dan jasa-jasa serta kekayaan berharga lainnya, serta untuk pembayaran hutang.

Selain penggunaan istilah uang, ada pula istilah lain yang tidak kalah populer di Indonesia untuk menyebut alat tukar. Istilah itu adalah “duit.” Kata ini lebih sering dipergunakan dalam bahasa gaul sehari-hari masyarakat, bahkan muncul beberapa istilah keren yang menggunakan kata duit, salah satunya yaitu mata duitan.

Duit saat ini sudah menjadi kata yang lazim digunakan di Indonesia untuk menyebutkan uang. Namun, pernahkah kita bertanya-tanya, sebenarnya darimana kah asal kata duit itu? Apakah dari bahasa Betawi, bahasa Sunda, atau bahasa Melayu?

Baca juga: Asal Usul dan Proses Kedatangan Nenek Moyang Bangsa Indonesia

Sebenarnya, kata duit adalah salah satu peninggalan budaya VOC (Belanda) di Indonesia pada zaman penjajahan dalam hal penggunaan istilah atau bahasa. Istilah duit berasal dari nama salah satu pecahan uang logam yang digunakan di Belanda sampai dengan tahun 1854.

Pada masa tersebut, satu duit setara dua pennings, delapan duit setara satu stuiver, sementara 160 duit setara dengan satu guilden. VOC kemudian menggunakan pecahan duit ini di Kepulauan Nusantara, namun dengan nilai yang berbeda, yaitu empat duit setara dengan satu stuiver.

Koin dari masa penjajahan VOC
Koin dari masa penjajahan VOC. Foto: bukalapak.com

Untuk mencegah penyelundupan, VOC mencetak pecahan duitnya sendiri dengan logo VOC di salah satu sisi dan menetapkan uang koin khusus tersebut sebagai satu-satunya pecahan duit yang berlaku di Nusantara.

Dari sudut pandang akar kata (etimologi), duit berasal dari salah satu kata dalam bahasa Norse kuno, yaitu “thveit,” yang artinya “kepingan-kepingan.” Bahasa Norse adalah bahasa yang digunakan oleh Suku Batavia di Jerman.

Baca juga: Etimologi Nama Pulau di Indonesia

Leluhur Orang Belanda memang berasal dari Suku Batavia, sebuah suku Jermanik yang bermukim di tepi Sungai Rhein di Jerman pada Zaman Kekaisaran Romawi. Bangsa Belanda dan sebagian bangsa Jerman adalah keturunan dari suku ini.

Sangat mungkin Bahasa Belanda mengadaptasi atau terpengaruh oleh Bahasa Norse, termasuk kata thveit yang kemudian juga diadopsi oleh orang Indonesia dan pengucapannya berubah menjadi duit.

Demikian asal kata duit. Setelah mengetahui fakta ini, kalau hari ini kita mengatakan istilah duit, maka terkadang kita akan terbayang bahwa dahulu duit itu benar-benar sebuah koin pecahan yang diperkenalkan oleh penjajahan VOC terhadap leluhur kita dahulu.

Tuliskan Komentar